Header Ads

  • Breaking News

    Pengaruh Ergonomi Dalam Kenyamanan dan Kesehatan Lingkungan Kerja, Khususnya Selama Bekerja dengan Komputer


    Cerita Dosen Sepriano - Interaksi dengan komputer ditanggapi dengan kegembiraan karena meningkatkan cara kerja yang lebih eisien.  Tetapi, terdapat aspek yang membahayakan berkaitan dengan kesehatan kerja penggunanya. Masalah kesehatan berasal dari intensitas penggunaan komputer, dalam tingkat rendah atau masalah cedera yang muncul untuk jangka panjang saat menggunakan komputer. Bahkan, dalam jangka panjang dapat menyebabkan gangguan kesehataan yang serius. 

    Sementara itu faktor kesadaran manusia dan ergonomis dalam penggunaan komputer, baik dalam lingkungan kerja, tempat umum atau tempat lainnya dan diharapkan juga dapat memberikan manfaat bagi masyarakat baik dalam menciptakan gagasan baru yang kreatif dan inovasi untuk mengembangkan teknologi komputer yang lebih memperhatikan  faktor manusia dan ergonomis.

    Perkembangan teknologi informasi diikuti penggunaannya di berbagai bidang kehidupan, lingkungan keluarga, pekerjaan, dan sekolah. Manusia berhubungan dengan komputer untuk berbagai kepentingan. Saat ini komputer  sudah  tidak  dapat  dilepaskan  dari  dunia  bisnis dan industri modern. Komputer juga ditemukan dalam penggunaan aplikasi rumah tangga. Berdasarkan survei di Amerika, baru-baru ini diperoleh fakta bahwa rata-rata waktu kerja yang digunakan untuk bekerja dengan komputer adalah 5,8 jam per hari atau 69% dari total jam kerja 

    Intensitas  yang  meningkat  pada  interaksi  manusia dengan komputer tentunya bermanfaat dalam eisiensi  dan efektiitas. Tetapi, di sisi lain ada aspek yang membahayakan yang meningkat,   yaitu   faktor   kesehatan   kerja.   Meski kesehatan  dipengaruhi  banyak  faktor,  namun  pemakaian komputer yang intens menjadi salah satu faktor penyebab gangguan kesehatan.

    Karakteristik  gangguan  kesehatan  yang  disebabkan oleh   intensitas   pemakaian komputer  cenderung pada gangguan atau cidera tingkat rendah yang muncul lambat laun setelah  proses  salah  yang  lama  dan  berulang ketika menggunakan komputer. Walaupun muncul secara evolusif, hasil akhir tetap sama dapat berupa gangguan kesehatan yang serius seperti gangguan saraf, gangguan penglihatan, cidera otot dan pergelangan, mengalami stress, dan sebagainya.

    Ergonomis merupakan ilmu pengetahuan dan teknologi yang menekankan pada keamanan, kenyamanan, dan kemudahan penggunaan mesin yang dijalankan oleh manusia seperti komputer. Tujuan ergonomis adalah untuk memproduksi sistem yang ramah pemakai  yakni aman, nyaman, dan mudah digunakan. Ilmu ergonomis disebut juga rekayasa faktor-faktor manusia.

    Human Computer Interaction (HCI) dideinisikan sebagai disiplin ilmu yang berhubungan dengan perancangan, evaluasi, dan implementasi sistem komputer interaktif untuk digunakan oleh manusia dan studi tentang fenomena di sekitarnya. Human Computer Interaction pada prinsipnya membuat agar sistem dapat berdialog dengan penggunanya seramah mungkin.

    Sejak munculnya  komputer pribadi di tahun 1970, mulai dikenal istilah antarmuka pengguna, yang juga dikenal dengan istilah Man-Machine Interface, yang menjadi topik perhatian bagi peneliti dan perancang sistem. Selanjutnya, setelah berkembang istilah ini, perusahaan komputer mulai memikirkan aspek isik   dari antarmuka pengguna sebagai faktor penentu keberhasilan dalam pemasaran produknya.

    Pada MMI, sudah diterapkan sistem yang user friendly. Narnun, sifat user friendly pada MMI ini diartikan secara terbatas. User friendly pada MMI hanya dikaitkan dengan aspek  estetika  atau  keindahan  tampilan  pada  layar  saja. 

    Sistem tersebut hanya menitikberatkan pada aspek rancangan antarmukanya,  sedangkan  aspek-aspek  yang  berhubungan dengan pemakai, baik secara organisasi atau individu belum diperhatikan (Hawkins, 2002), (Mimala,2004). Istilah HCI mulai muncul pertengahan tahun 1980-an sebagai bidang studi yang baru. Istilah ini mencerminkan suatu  bidang  yang  mempunyai  fokus  yang  lebih  luas, tidak  hanya  sekedar  perancangan  antarmuka secara fisik.

    Cakupannya meliputi rancangan antarmuka dan semua aspek yang  berhubungan  dengan  interaksi  antara  manusia  dan komputer. HCI ini kemudian berkembang sebagai disiplin ilmu tersendiri yang merupakan bidang ilmu interdisipliner, dimana membahas hubungan tirnbal balik antara manusia-komputer beserta efek-efek yang terjadi di antaranya.

    Tujuan dari HCI adalah untuk menghasilkan sistem yang bermanfaat dan aman, yang artinya sistem tersebut dapat berfungsi dengan baik. Sistem tersebut untuk mengembangkan dan meningkatkan keamanan, utilitas, ketergunaan, efektiitas, dan eisiensinya.   Sistem yang dimaksud konteksnya tidak hanya pada perangkat keras dan lunak, tetapi juga mencakup lingkungan secara keseluruhan, baik itu lingkungan organisasi masyarakat  kerja  atau  lingkungan  keluarga.  Sedangkan utilitas mengacu pada fungsionalitas dimana sistem tersebut dapat   meningkatkan   efektiitas    dan   efesiensi   kerjanya. Ketergunaan di sini dimaksudkan bahwa sistem yang dibuat tersebut mudah digunakan dan dipelajari, baik secara individu ataupun kelompok.

    Prinsip kerja sebuah sistem komputer adalah adanya masukan–proses–keluaran. Ketika seseorang bekerja dengan sebuah komputer, seseorang tersebut akan melakukan suatu interaksi atau berdialog dengan komputer menggunakan cara-cara tertentu seperti menginputkan teks melalui keyboard, memilih menu dengan menggunakan mouse, dan sebagainya. Agar terjadi proses dialog yang baik, maka manusia harus memahami  watak  atau  karakter  lawan  dialognya  untuk menciptakan suatu bentuk interaksi dan komunikasi antar kedua  belah  pihak,  yang  dalam  hal  ini  adalah  manusiadengan komputer. 

    Dalam konteks HCI, perancang terutama harus memahami psikologi manusia, yang merupakan faktor penentu  keberhasilan  interaksi.  Komputer  harus  didesain dengan  baik,  sesuai  dengan  kebutuhan  dan  kemampuan pengguna. Pengguna tidak perlu banyak berpikir mengenai cara menggunakan komputer dan proses yang terjadi di dalam komputer seperti bagaimana cara komputer mengubah suatu karakter huruf ke dalam bahasa mesin yang dimengerti oleh komputer.

    HCI sangat berkaitan dengan berbagai disiplin ilmu diantaranya, yaitu teknik elektronika dan komputer, psikologi, perancangan grais   dan topograi,  ergonomis, antropologi, linguistik, dan sosiologi. Prinsip kunci yang harus diperhatikan dalam mendesain HCI yang baik, yaitu visibility atau kontrol yang dapat terlihat dengan mapping yang baik dan affordance atau desain yang menunjukkan fungsionalitas dengan jelas. 

    HCI   bertujuan   untuk   membuat   atau   mengembangkan keamanan, utilitas, efektiitas,  eisiensi,  dan kegunaan suatu sistem yang melibatkan manusia dan komputer. Ada beberapa tantangan yang harus dihadapi dalam HCI,  yaitu  bagaimana  perubahan  teknologi  yang  terjadi dan cara menangani perubahan tersebut. Tantangan lainnya adalah  memastikan  desain  memiliki  HCI  yang  baik  dan kontrol  atas  fungsionalitas  potensial  dari  teknologi  baru.

    Untuk membuat sistem komputer yang usability nya baik diperlukan pemahaman atas faktor-faktor yang menentukan bagaimana   manusia   mengoperasikan   dan   menggunakan komputer secara efektif, dengan memperhatikan faktor-faktor seperti psikologi, ergonomis, sosial, dan organisasi. Fokus  perhatian  HCI  tidak  hanya  pada  keindahan tampilannya saja atau hanya tertuju pada tampilan antarmukanya saja, tetapi juga memperhatikan aspek-aspek pemakai, implementasi sistem rancangannya dan fenomena lingkungannya,  dan  lainnya.  Misalnya,  rancangan  sistem itu harus memperhatikan kenyamanan pemakai, kemudahan dalam pemakaian, mudah untuk dipelajari, dan sebagainya. Lima syarat usability yang harus dipenuhi dalam suatu sistem komputer sehingga dapat menciptakan interaksi yang baik dengan penggunanya antara lain mudah dipelajari, eisien dalam penggunaan, mudah diingat, tingkat kesalahan rendah, dan kepuasan pengguna.

    HCI meliputi ergonomis dan faktor manusia. Secara tradisional, ergonomis memfokuskan pada karakteristik isik mesin dan sistem serta melihat unjuk kerja dari user. Faktor manusia merupakan studi tentang manusia dan tingkah lakunya dalam menggunakan mesin serta alat-alat teknologi dalam menyelesaikan tugas.

    Ada 3 hal yang berkaitan dengan penerapan Teknologi Informasi  berbasis komputer (Bodnar dan Hopwood, 1995), yaitu perangkat keras; perangkat lunak, dan pengguna. Ketiga elemen tersebut saling berinteraksi dan dihubungkan dengan suatu perangkat masukan keluaran yang sesuai dengan fungsinya masing-masing.

    Perangkat keras adalah media yang digunakan untuk memproses informasi. Perangkat lunak adalah sistem dan aplikasi yang digunakan untuk memproses masukan untuk menjadi informasi, sedangkan pengguna merupakan hal yang terpenting karena fungsinya sebagai pengembang hardware dan software serta sebagai pelaksanan masukan dan sekaligus penerima keluaran sebagai pengguna sistem. Pengguna sistem adalah manusia yang secara psikologi memiliki suatu perilaku tertentu yang melekat pada dirinya sehingga aspek keperilakuan dalam konteks manusia sebagai pengguna TI menjadi penting sebagai faktor penentu pada setiap orang yang menjalankan TI.

    Penggunaan komputer oleh manusia dalam kehidupan sehari-hari telah memberikan suatu dampak besar dalam kehidupan sosial manusia. Saat ini manusia mempunyai berbagai hak atas komputer di antaranya:

    1. Hak atas akses komputer, yakni setiap orang tidak perlu memiliki sebuah computer; 
    2. Hak atas keahlian komputer. Pada awal pemunculan komputer, ada ketakutan yang luas dari para pekerja bahwa komputer akan mengakibatkan pemutusan hubungan kerja masal; 
    3. Hak atas spesialis komputer. Adalah mustahil seseorang memperoleh semua pengetahuan dan keahlian komputer yang diperlukan; dan 
    4. Hak atas pengambilan keputusan komputer. Tanggung jawab sosial penggunaan komputer yang etis dapat dicapai dengan memenuhi hak-hak masyarakat.

    Setiap  pengguna  komputer  juga  mempunyai  hak atas informasi, yaitu klasiikasi  hak asasi manusia dalam bidang komputer yang paling luas, yang meliputi 

    1. Hak atas privasi. Setiap manusia pengguna komputer mempunyai hak perlindungan privasi;
    2. Hak atas akurasi. Komputer dipercaya mampu mencapai tingkat akurasi yang tidak dapat dicapai oleh sistem nonkomputer; 
    3. Hak atas kepemilikan. Di sini kita berbicara mengenai hak milik intelektual, umumnya dalam bentuk program-program komputer. Para penjual perangkat lunak dapat menjaga hak milik intelektual mereka dari pencurian melalui hak cipta dan paten; 
    4. Hak atas akses. Sebelum database komputer ada, banyak informasi yang tersedia bagi masyarakat umum dalam bentuk dokumen tercetak atau mikroilm  di perpustakaan.

    Komputer memiliki banyak pengaruh yang menguntungkan bagi masyarakat. Manusia dapat menggunakan teknologi informasi untuk menyelesaikan berbagai masalahnya dan sosial melalui solusi sosial seperti diagnosis medis, perintah yang dibantu oleh komputer, perencanaan program pemerintah, pengendalian kualitas lingkungan, dan penegakan hukum. Contohnya adalah komputer dapat membantu mendiagnosis penyakit, memonitor kemajuan pasien, mendukung pembelajaran jarak jauh, dapat memonitor tingkat polusi udara dan air, dan sebagainya. Hal ini menggambarkan bahwa teknologi informasi dapat digunakan untuk membantu mengatasi masalah dalam masyarakat.

    Ada banyak faktor sosial yang mempengaruhi manusia untuk berinteraksi dengan komputer dalam menyelesaikan permasalahannya, di antaranya 

    1. Motivasi yang dimiliki setiap manusia dalam penggunaan suatu komputer untuk mencapai tujuannya. Motivasi yang salah dapat menyebabkan penyelahgunaan teknologi informasi dan dapat merugikan masyarakat; 
    2. Kenyamanan yang menyangkut lingkungan di mana seseorang tersebut bekerja atau mengerjakan sesuatu dengan menggunakan computer;
    3. Kepuasan seseorang terhadap teknologi informasi yang tersedia. Sebagai contoh, seseorang akan lebih puas jika menggunakan akses internet yang berkecepatan tinggi dibandingkan yang rendah; 
    4. Kepribadian manusia juga mempengaruhi dalam penggunaan teknologi komputer. Hal ini berkaitan dengan keinginan manusia   untuk   belajar   dan   menguasai   teknologi;   
    5. Tingkat  pengalaman  seseorang  juga  menjadi  faktor  yang dapat mempengaruhi tingkat frekuensi seseorang dalam menggunakan komputer.

    Komputer dengan segala kecanggihannya juga dapat membawa pengaruh yang merusak, yang disebabkan oleh perilaku individu maupun organisasi yang tidak menerima tanggung jawab etika atas tindakannya. Setiap pengguna komputer seharusnya mempunyai dan memperhatikan faktor sosial dan tanggung jawab sosial dari penggunaan komputer itu sendiri.

    Ergonomis merupakan studi tentang karakteristik isik dan interaksi, seperti bagaimana membuat control, lingkungan isik  tempat berlangsungnya interaksi, layout, dan kualitas isik  dari layar dan sebagainya. Fokus utamanya adalah kinerja pengguna dan bagaimana antar muka meningkatkan atau menurunkan kinerja tersebut. Untuk mengevaluasi aspek interaksi, ergonomis berkaitan dengan aspek psikologis manusia dan batasan sistem.

    Ergonomis kadang disebut juga sebagai rekayasa faktor manusia atau human factors engineering. Tujuan dari ergonomis adalah untuk mendesain lingkungan kerja yang sehat, nyaman, dan menyenangkan bagi orang-orang yang bekerja di dalamnya sehingga dapat meningkatkan moral serta produktivitas penggunanya. Ergonomis menekankan pada berbagai hal seperti kesehatan desain tempat kerja, terminal kerja, komputer dan mesin lainnya, bahkan pada paket software. Tiga desain ergonomis mempertimbangkan hal-hal berikut, 

    1. Alat-alat yaitu komputer, hardware, dan software, hal ini berupa biomekanis isik;  
    2. Tugas, yang meliputi desain software, pelatihan perubahan, kepuasan kerja, sistem pendukung, jeda istirahat, dan sistem manajemen; 
    3. Terminal kerja dan lingkungan, yang meliputi biomekanis, antropometri, pencahayaan, eksterior tempat kerja, perabotan tempat kerja, cuaca dan iklim di lingkungan kerja.

    Secara garis besar gangguan kesehatan akibat pemakaian komputer dikelompokkan menjadi 3, yaitu gangguan pada bagian mata dan kepala; gangguan pada lengan dan tangan; dan gangguan pada leher, pundak dan punggung. Gangguan pada bagian mata dan kepala kita sering disebut dengan computer vision syndrome, mulai dari nyeri atau sakit kepala, mata kering dan iritasi, mata lelah, hingga gangguan yanglebih serius dan lebih permanen seperti kemampuan fokus mata menjadi lemah, penglihatan kabur seperti astigmatisma, myopi, presbyopi, pandangan ganda, hingga disorientasi warna.

    Gangguan pada bagian lengan dan telapak tangan mulai dari nyeri pada pergelangan tangan karena gangguan pada otot tendon di bagian pergelangan, nyeri siku, hingga cidera yang lebih serius seperti Carpal Tunnel Syndrome, yaitu terjepitnya syaraf di bagian pergelangan yang menyebabkan nyeri di sekujur tangan. Cidera ini harus segera diatasi sebelum terlambat, karena pada stadium lanjut tindakan operasi terpaksa harus dilakukan. Kelompok gangguan lainnya berupa nyeri pada bagian leher, pundak, punggung dan pinggang. Nyeri di bagian ini sering pula mengakibatkan gangguan nyeri di bagian paha dan betis.

    Komputer yang Ergonomis untuk meningkatkan Kesehatan dan Keselamatan Kerja

    Berkomputer dengan menerapkan prinsip-prinsip ergonomis merupakan cara tepat dalam menghindari ketidaknyamanan, yang pada akhirnya akan menimbulkan gangguan kesehatan seperti yang dijelaskan di atas. Berikut beberapa panduan cara kerja dan pengaturan tempat maupun perangkat  kerja  yang  akan  mampu  menghindarkan  anda dari ketidaknyamanan berkomputer. Berikut akan dibahas secara singkat mengenai beberapa hal yang berkaitan dengan ergonomis khususnya hal-hal yang berhubungan dengan penggunaan komputer dan teknologi informasi lainnya.

    Pertama, pengaturan kontrol dan display. Pengaturan kontrol dan display yang tidak tepat akan mengakibatkan ineisiensi dan frustasi bagi pengguna terutama jika pengguna berada dalam tekanan yang besar dan dihadapkan pada sekumpulan kontrol dan display dalam jumlah yang banyak. Pengorganisasian kontrol dan display bergantung pada domain dan aplikasi yang dibuat, namun akan meliputi, 

    1. Fungsional, yakni kontrol dan display diatur sedemikian rupa sehingga terhubung secara fungsional antara satu dengan lainnya; 
    2. Sekuensial, yakni kontrol dan display diorganisasikan dengan menunjukan urutan penggunaannya pada aplikasi tertentu; 
    3. Frekuensi, yakni kontrol dan display ditempatkan sesuai dengan frekuensi penggunaannya, dengan fungsi yang paling sering digunakan diletakkan pada lokasi yang mudah diakses. Selain pengaturan kontrol dan display, keseluruhan interface harus diatur sedemikian rupa sehingga tepat dengan posisi pengguna.

    Kedua, lingkungan isik  dari interaksi. Ergonomis juga memperhatikan perancangan lingkungan kerja sistem seperti tempat mesin diimplementasikan, siapa yang menggunakannya, bagaimana pengguna mengoperasikannya, dan sebagainya. Lingkungan isik  sistem ini mempengaruhi penerimaan sistem oleh pengguna dan bahkan aspek kesehatan dan keselamatan pengguna. Oleh karena itu, perlu dipertimbangkan dalam perancangan sistem interaktif. Salah satu pertimbangan yang juga terkait dengan lingkungan isik ini adalah ukuran isik  pengguna. Sistem apapun sebaiknya mudah dijangkau oleh pengguna dengan ukuran tubuh yang kecil termasuk mereka yang menggunakan kursi roda, dan sebaliknya pengguna dengan ukuran isik  yang besar tidak terjepit dalam setting sistem. Secara khusus, pengguna harus merasa nyaman dan aman.

    Ketiga, isu kesehatan. Meskipun pekerjaan menggunakan komputer bukan sesuatu yang membahayakan, namun harus juga dipikirkan dampak perancangan sistem interaktif yang dibuat terhadap kesehatan dan keselamatan pengguna. Ada beberapa faktor lingkungan isik  yang secara langsung mempengaruhi kualitas interaksi dan kinerja pengguna, yaitu 

    1. Posisi isik,  yakni pengguna harus dapat menjangkau semua kontrol dengan nyaman dan dapat melihat keseluruhan display, tidak harus berdiri dalam jangka waktu yang panjang, dan sebagainya; 
    2. Temperatur, yakni suhu yang terlalu panas atau dingin akan mempengaruhi kinerja dan kesehatan. Penelitian menunjukkan bahwa kinerja seseorang akan menurun pada suhu yang tinggi atau rendah karena hilangnya konsentrasi; 
    3. Pencahayaan, yakni tingkat pencahayaan harus disesuaikan dengan lingkungan kerja. Pencahayaan  yang cukup dengan posisi yang tepat  harus disediakan untuk memudahkan pengguna melihat layar; 
    4. Suara atau kebisingan, yakni suara yang berlebihan dapat membahayakan kesehatan. Tingkat suara atau kebisingan harus  dipertahankan  pada level  yang  sesuai atau nyaman karena suara dapat menjadi stimulus bagi pengguna dan menjadi  suatu  konirmasi   terhadap  aktiitas   sistem;  
    5. Waktu, yakni waktu yang perlu diperlukan pengguna untuk mengakses  sistem  juga  harus  diperhatikan. Ada  beberapa perangkat keras yang membahayakan kesehatan jika diakses dalam waktu yang lama seperti display CRT tidak baik untuk wanita hamil. Penggunaan teknologi komputer yang secara intensif dapat menyebabkan berbagai masalah kesehatan seperti stress, kerusakan otot tangan dan leher, kelelahan mata, ekspos terhadap radiasi, bahkan kematian kecelakaan yang disebabkan oleh komputer. Orang-orang yang duduk di depan PC atau terminal tampilan visual atau visual display terminal(VDT) dalam pekerjaan berkecepatan tinggi untuk mengetik secara berulang-ulang akan menderita masalah kesehatan, yang umum disebut kelainan trauma kumulatif atau cumulative trauma disorder(CTD). Jari-jemari, pergelangan tangan, leher, dan punggung dapat menjadi lemah dan sakit sehingga tidak dapat bekerja.

    Keempat, penggunaan warna. Warna yang digunakan pada display harus dapat dibedakan dan tidak mempengaruhi kontras.  Jika  warna  digunakan  sebagai  indikator,  maka harus  disertakan  informasi  lainnya. Warna  juga  berkaitan dengan kesepakatan yang umum dan sesuai dengan harapan pengguna, misalnya merah digunakan untuk menandai peringatan, hijau untuk sistem yang sedang berjalan dengan normal, dan sebagainya.

    Kelima,  tipe  interaksi.  Pemilihan  tipe  interaksi yang  tepat  dapat  memberikan  efek  yang  baik  terhadap dialog antara pengguna dengan komputer sehingga tujuan dari interaksi antara pengguna dan komputer tersebut dapat tercapai. Terdapat beberapa tipe interaksi yang umum digunakan, yaitu: 

    1. Command Line Interface (CLI) merupakan bentuk dialog interaktif yang pertama dan masih dipakai hingga saat ini. Dengan CLI, pengguna memberikan instruksi langsung kepada komputer dengan menggunakan tombol fungsi, karakter tunggal, command singkat atau panjang; 
    2. Menu terdapat pada menu-driven interface, sekumpulan  pilihan  tersedia  bagi  pengguna  ditampilkan pada layar dan dapat dipilih dengan menggunakan mouse atau tombol numeric maupun alphabetic; 
    3. Natural language merupakan mekanisme komunikai yang atraktif. Natural language dapat mengerti input tertulis, dan suara. Namun, masih banyak kekurangan dalam hal ambiguitas (kerancuan) pada aspek sintaks dan semantik; 
    4. Q/A & Query dialogue mekanismenya adalah pengguna diberikan serangkaian pertanyaan yang dalam bentuk jawaban ya atau tidak, pilihan ganda atau dalam bentuk kode dan dibimbing tahap  demi  tahap  selama  proses  interaksi;  
    5. Form-ills and spreadsheet pada umumnya digunakan untuk aplikasi data entry dan data retrieval. Bentuk form-ill  adalah berupa display yang menyerupai selembar kertas dengan beberapa ield  untuk diisi. Spreadsheet merupakanvariasi dari form- ill;  
    6. WMP Interface (Windows, Icons, Menu, Pouinters) merupakan default interface untuk sebagian besar sistem komputer interaktif yang digunakan saat ini terutama pada PC dan desktop workstation. Interaksi melibatkan paling sedikit 2 partisipan, yaitu pengguna dan sistem. Keduanya memiliki karakteristik yang kompleks dan berbeda dalam berkomunikasi dan memandang tugas serta domain. Oleh karena itu, interface harus menerjemahkan komunikasi diantara mereka secara efektif sehingga interaksi tersebut berhasil.

    Penggunaan teknologi komputer saat ini semakin banyak dan berkembang sehingga lebih difokuskan terhadap berbagai masalah dalam interaksi manusia komputer. Tujuan dari HCI adalah untuk menghasilkan sistem yang bermanfaat dan aman. Sistem tersebut bisa untuk mengembangkan dan meningkatkan  keamanan,  utilitas,  ketergunaan,  efektiitas dan eisiensinya.    HCI   meliputi   faktor   ergonomis   dan faktor manusia. Faktor ergonomis merupakan studi tentang karakteristik isik  dan interaksi manusia dengan lingkungan dan peralatannya. Penggunaan teknologi komputer sangat berkaitan dengan berbagai isu kesehatan dan dampak sosial.

    Agar tercapai kesehatan dan keselamatan serta kenyamanan dalam bekerja maka setiap pengguna komputer harus lebih memperhatikan dan mempedulikan faktor manusia dan ergonomis dari penggunaan komputer itu sendiri. Selain itu perancangan dan pengembangan produk teknologi komputer harus lebih menekankan faktor sosial dan ergonomis yang dapat memberikan keamanan dan keselamatan bagi penggunanya.

    Sumber: Jurnal Tri Pujadi

    1 komentar

    Rahmat Ilahi mengatakan...

    Mantap pak 👍

    Post Bottom Ad